Laman

Kamis, 04 Agustus 2016




Everyone Has Their Own Story





 IPA? Kok Serem?

            Kelas X kemarin, kamu satu angkatan masih mengalami kurikulum yang mewajibkan mempelajari semua mata pelajaran sebelum ke jurusan masing-masing. Kami akan masuk kelas dengan jurusan masing-masing di kelas XI. Sejak dulu saya ingin masuk kedalam jurusan IPA, tetapi entah mengapa rasa malas selalu timbul dimana saya harusnya belajar dengan giat untuk mendapatkan nilai baik sehingga masuk ke dalam jurusan yang diinginkan. Semester awal saya merasa nilai saya kurang dari cukup, sehingga saya merasa takut grogi dan perasaan aneh lainnya. Dan ketika mengambil raport semester 1 saya diberitahu bahwa saya mendapat ranking 16. Saya berpikir sudah bersyukur mendapat ranking ditengah-tengah kelas.
            Lambat laun saya mulai berusaha untuk lebih baik mendapat nilai, saya berusaha dengan banyak latihan. Dan saya merasa sudah mengalami peningkatan yang menurut saya sudah pesat. Tetapi masih banyak orang yang meragukan saya untuk masuk ke jurusan IPA karena perihal nilai saya cenderung rendah. Hingga sampai pemutusan jurusan yang dimana kita akan mendapat surat apakah kita naik atau tidak, dan jurusan mana yang kita dapat. Saat memegang surat keputusan hati saya terasa takut, dan ketika membukanya spontan saya teriak kesenangan karna ternyata saya masuk ke jurusan IPA. Setelah itu saya mengambil raport akhir tahun (kenaikan kelas) dan tak diduga saya diberitahu bahwa saya mendapat ranking 10. Menurut saya itu adalah peningkatan yang baik dan tidak sia-sia. Saya belajar dari pengalaman ini bahwa kemalasan dengan beriringnya waktu akan hiilang dan membuahkan hasil apabila kita percaya dan berusaha maximal.
By: Cynthia Chandra




Belajar dari Pengalaman
Pada saat kelas 10 semester 1, pada rapor saya tertuliskan bahwa saya ijin tidak masuk sekolah sebanyak 9 kali. Dan semua ijin itu saya lakukan karena saya ada pertandingan bola basket yang mengharuskan saya ke luar kota. Dan tentu saja saat itu saya meninggalkan banyak pelajaran. Saya kembali masuk sekolah hanya beberapa minggu sebelum UTS dimulai dan saya harus mengejar pelajaran saya. Dan saat UTS dimulai pun saya masih belum siap menghadapinya karena kurang paham akan materi yang telah diberikan. Maka dari itu nilai yang saya dapatkan pun kurang maksimal. Dari pengalaman itu, saya belajar seharusnya saya lebih cepat mengejar materi dan tidak terlalu santai dalam belajar.
By: Gabriella Brigitta



KEGAGALAN ADALAH KUNCI KESUKSESAN
Banyak orang yang tidak ingin mengalami kegagalan di dalam hidupnya, banyak yang ingin sukses dalam kehidupannya. Contohnya dalam mengenai nilai yang dibawah kkm, semua murid pasti tidak mau mendapatkan nilai dibawah kkm, maka mayoritas banyak yang berjuang untuk mendapatkan nilai terbaik. Pada awal saya kelas 10, nilai saya sudah banyak dibawah kkm dan merasa putus asa dalam sebuah pelajaran, tetapi karena saya mengingat tujuan saya bersekolah di Surabaya harus memberikan kebanggaan kepada orang tua, karena bersekolah di Surabaya harus menggunakan biaya yang cukup besar. Darisitu saya mulai berusaha untuk memberikan kepada orang tua dan diri saya sendiri nilai yang memuaskan. Akhirnya karena banyak belajar dan berdoa dan mengingat tujuan saya, saya pun berhasil mendapatkan nilai yang memuaskan dan dengan mudah naik kelas.
Motivasi saya dalam menghadapi kelemahan saya adalah mengingat tujuan bersekolah di Surabaya, banyak berdoa, tidak mendengar kata orang mengenai diri saya, dan selalu mengingat orang tua karena bersusah payah mencari upah untuk menyekolahkan saya. Maka saya harus lebih giat dalam belajar dan menyicil pelajaran yang menurut saya susah untuk mendapatkan nilai terbaik.
By: Florencia Jusi Harsono



Keep Fighting!
Kegagalan bisa jadi merupakan suatu ancaman bagi beberapa orang. Namun, setiap orang pasti mengalami kegagalan baik itu dalam lingkup kecil maupun luas. Begitu pula dengan saya. Di awal semester saat kelas X, saya sering sekali ijin memotong jam pelajaran karena latihan paduan suara. Oleh karena itu, sering kali ketika saya masuk ke kelas kembali dan mengikuti pelajaran, saya sering blank sehingga nilai saya cenderung turun. Setelah itu, saya menjadi tidak terlalu berminat dalam beberapa pelajaran dan saya sempat berpikir untuk menyerah.
Saya juga pernah dihukum karena belum selesai mengerjakan PR Kimia. Mungkin ini akibat dari kemalasan saya untuk mengerjakan pr dan kurangnya bertanya sehingga saat mengerjakan PR menjadi sangat bingung dan mengerjakannya setengah-setengah. Meski begitu, saya menjadi berterima kasih atas diberikannya hukuman itu, karena hukuman itu telah menyadarkan saya agar terus berusaha dan mau lebih bertanya kepada teman/ guru lainnya agar tidak ketinggalan pelajaran. Entah kenapa, sejak saat itu saya langsung termotivasi dan nilai saya mulai membaik. Di saat saya mulai merasa “lost motivation” saya selalu mengingat-ingat pesan-pesan dari berbagai guru, teman, orang tua dan juga dari berbagai buku bacaan. Dengan begitu, saya dapat mempertahankan nilai-nilai akademik maupun non akademik saya.Keep Fighting!
By: Lieshell Novella



Tidak ada komentar:

Posting Komentar