Everyone
Has Their Own Story
IPA?
Kok Serem?
Kelas
X kemarin, kamu satu angkatan masih mengalami kurikulum yang mewajibkan
mempelajari semua mata pelajaran sebelum ke jurusan masing-masing. Kami akan
masuk kelas dengan jurusan masing-masing di kelas XI. Sejak dulu saya ingin
masuk kedalam jurusan IPA, tetapi entah mengapa rasa malas selalu timbul dimana
saya harusnya belajar dengan giat untuk mendapatkan nilai baik sehingga masuk
ke dalam jurusan yang diinginkan. Semester awal saya merasa nilai saya kurang
dari cukup, sehingga saya merasa takut grogi dan perasaan aneh lainnya. Dan
ketika mengambil raport semester 1 saya diberitahu bahwa saya mendapat ranking
16. Saya berpikir sudah bersyukur mendapat ranking ditengah-tengah kelas.
Lambat
laun saya mulai berusaha untuk lebih baik mendapat nilai, saya berusaha dengan
banyak latihan. Dan saya merasa sudah mengalami peningkatan yang menurut saya
sudah pesat. Tetapi masih banyak orang yang meragukan saya untuk masuk ke
jurusan IPA karena perihal nilai saya cenderung rendah. Hingga sampai pemutusan
jurusan yang dimana kita akan mendapat surat apakah kita naik atau tidak, dan
jurusan mana yang kita dapat. Saat memegang surat keputusan hati saya terasa
takut, dan ketika membukanya spontan saya teriak kesenangan karna ternyata saya
masuk ke jurusan IPA. Setelah itu saya mengambil raport akhir tahun (kenaikan
kelas) dan tak diduga saya diberitahu bahwa saya mendapat ranking 10. Menurut
saya itu adalah peningkatan yang baik dan tidak sia-sia. Saya belajar dari
pengalaman ini bahwa kemalasan dengan beriringnya waktu akan hiilang dan
membuahkan hasil apabila kita percaya dan berusaha maximal.
By: Cynthia Chandra
Belajar dari Pengalaman
Pada saat kelas 10
semester 1, pada rapor saya tertuliskan bahwa saya ijin tidak masuk sekolah
sebanyak 9 kali. Dan semua ijin itu saya lakukan karena saya ada pertandingan
bola basket yang mengharuskan saya ke luar kota. Dan tentu saja saat itu saya
meninggalkan banyak pelajaran. Saya kembali masuk sekolah hanya beberapa minggu
sebelum UTS dimulai dan saya harus mengejar pelajaran saya. Dan saat UTS
dimulai pun saya masih belum siap menghadapinya karena kurang paham akan materi
yang telah diberikan. Maka dari itu nilai yang saya dapatkan pun kurang
maksimal. Dari pengalaman itu, saya belajar seharusnya saya lebih cepat
mengejar materi dan tidak terlalu santai dalam belajar.
By: Gabriella Brigitta
KEGAGALAN
ADALAH KUNCI KESUKSESAN
Banyak orang yang tidak ingin mengalami
kegagalan di dalam hidupnya, banyak yang ingin sukses dalam kehidupannya.
Contohnya dalam mengenai nilai yang dibawah kkm, semua murid pasti tidak mau
mendapatkan nilai dibawah kkm, maka mayoritas banyak yang berjuang untuk
mendapatkan nilai terbaik. Pada awal saya kelas 10, nilai saya sudah banyak
dibawah kkm dan merasa putus asa dalam sebuah pelajaran, tetapi karena saya
mengingat tujuan saya bersekolah di Surabaya harus memberikan kebanggaan kepada
orang tua, karena bersekolah di Surabaya harus menggunakan biaya yang cukup
besar. Darisitu saya mulai berusaha untuk memberikan kepada orang tua dan diri
saya sendiri nilai yang memuaskan. Akhirnya karena banyak belajar dan berdoa
dan mengingat tujuan saya, saya pun berhasil mendapatkan nilai yang memuaskan
dan dengan mudah naik kelas.
Motivasi saya dalam menghadapi kelemahan saya
adalah mengingat tujuan bersekolah di Surabaya, banyak berdoa, tidak mendengar
kata orang mengenai diri saya, dan selalu mengingat orang tua karena bersusah
payah mencari upah untuk menyekolahkan saya. Maka saya harus lebih giat dalam
belajar dan menyicil pelajaran yang menurut saya susah untuk mendapatkan nilai
terbaik.
By: Florencia Jusi Harsono
Keep Fighting!
Kegagalan bisa jadi merupakan suatu
ancaman bagi beberapa orang. Namun, setiap orang pasti mengalami kegagalan baik
itu dalam lingkup kecil maupun luas. Begitu pula dengan saya. Di awal semester
saat kelas X, saya sering sekali ijin memotong jam pelajaran karena latihan
paduan suara. Oleh karena itu, sering kali ketika saya masuk ke kelas kembali
dan mengikuti pelajaran, saya sering blank sehingga nilai saya cenderung turun.
Setelah itu, saya menjadi tidak terlalu berminat dalam beberapa pelajaran dan
saya sempat berpikir untuk menyerah.
Saya juga pernah dihukum karena belum
selesai mengerjakan PR Kimia. Mungkin ini akibat dari kemalasan saya untuk
mengerjakan pr dan kurangnya bertanya sehingga saat mengerjakan PR menjadi
sangat bingung dan mengerjakannya setengah-setengah. Meski begitu, saya menjadi
berterima kasih atas diberikannya hukuman itu, karena hukuman itu telah
menyadarkan saya agar terus berusaha dan mau lebih bertanya kepada teman/ guru
lainnya agar tidak ketinggalan pelajaran. Entah kenapa, sejak saat itu saya
langsung termotivasi dan nilai saya mulai membaik. Di saat saya mulai merasa “lost
motivation” saya selalu mengingat-ingat pesan-pesan dari berbagai guru, teman,
orang tua dan juga dari berbagai buku bacaan. Dengan begitu, saya dapat
mempertahankan nilai-nilai akademik maupun non akademik saya.Keep Fighting!
By: Lieshell Novella

Tidak ada komentar:
Posting Komentar