Laman

Kamis, 04 Agustus 2016



Takut Temen Baru?
Gak Lah Ya!




Senin, 18 Juli 2016 merupakan hari pertama kami masuk sekolah dengan suasana kelas XI. Saya bergegas mencari kelas baru yang tepatnya di XI IPA 2 yang awalnya berada tepat di lorong kelas 11. Saya masuk ke kelas dengan nervous, karena suasana kelas yang masih baru dan belum terbiasa dengan wajah teman-teman baru yang ada di kelas.
Sesampainya di kelas, suasananya masih canggung! Mungkin karena ada yg masih belum kenal satu sama lain, dan hari pertama menurut saya sangat membosankan dimana kami hanya mendapat informasi-informasi dari masing-masing Wali Kelas dan Wali Kelas kami adalah bu Yanti yang juga merupakan guru OR. Meskipun begitu, materi pembinaan cukup beragam. Mulai perkenalan dengan teman sekelas, penyesuaian diri, menjadi baru hingga hidup adalah perjuangan.


Hari kedua, kelas kami pindah lokasi, yaitu di depan ruang guru dekat dengan WC guru. Di hari kedua ini, kami duduk melingkar dalam kelompok-kelompok kecil yang telah dibagi sebelumnya. Kami melakukan hal-hal yang disuruh dan dalam kelompok, kami diajak untuk saling bertukar pikiran satu sama lain. Diawali dengan perkenalan antar teman dengan menggunakan name tag yang dibawa setiap anak. Lalu, name tag tersebut dikumpul lalu diambil secara acak sambil memperkenalkan teman yang name tag nya diambil.
Ada juga saat dimana kami diperintahkan untuk membawa telur rebus dan yang nantinya akan kita kupas kulit telurnya. Setelah kulit telur terkupas, kita tuliskan kelemahan dan kelebihan kita. Kelemahan di kulit bagian dalam dan kelebihan di kulit bagian luar. Mulai dari situ, saya merasa bahwa saya mulai dapat membaur dengan yang lain karena dengan tidak sengaja kami tertawa ria bersama. 

Tanpa terasa tiga hari sudah terlewati. Di hari ke-empat kami akan mendapatkan pembinaan di luar kota, tepatnya di Pacet. Kami pergi dan pulang dengan menggunakan  bus yang diisi dengan siswa yang berasal dari berbeda kelas. Di sana kami melakukan semua kegiatan bersama-sama, seperti mengisi teka-teki silang, bertukar pikiran dan bermain games. Dan, tidak hanya kelas kami saja, tetapi juga bergabung dengan siswa kelas IPA yang lain dan juga siswa kelas Bahasa. Tidak lupa pula, kami juga membuat komitmen bersama untuk kelas jurusan IPA yang akan menjadi komitmen kami bersama sebagai kelas IPA. Saat disini kami merasa jika kami sudah mulai mengenal satu sama lain, walaupun belum terlalu dekat tetapi kami sudah dapat berkomunikasi dengan baik.
Menurut saya, pembinaan dapat membantu membangun karakter setiap murid seperti mengetahui kelemahan diri dan selain kelemahan ada juga kelebihan yang dimiliki setiap anak yang harus disadari, serta kelemahan yang dimiliki harus di ubah menjadi yang lebih baik. Pembinaan ini juga berfungsi untuk pendekatan satu dengan yang lainnya agar memiliki hubungan yang baik, sehingga kelas itu sendiri memberi dampak yang positif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar