Takut Temen Baru?
Gak Lah Ya!
Senin,
18 Juli 2016 merupakan hari pertama kami masuk sekolah dengan suasana kelas XI.
Saya bergegas mencari kelas baru yang tepatnya di XI IPA 2 yang awalnya berada
tepat di lorong kelas 11. Saya masuk ke kelas dengan nervous, karena suasana
kelas yang masih baru dan belum terbiasa dengan wajah teman-teman baru yang ada
di kelas.
Sesampainya
di kelas, suasananya masih canggung! Mungkin karena ada yg masih belum kenal
satu sama lain, dan hari pertama menurut saya sangat membosankan dimana kami
hanya mendapat informasi-informasi dari masing-masing Wali Kelas dan Wali Kelas
kami adalah bu Yanti yang juga merupakan guru OR. Meskipun begitu, materi pembinaan cukup beragam. Mulai
perkenalan dengan teman sekelas, penyesuaian diri, menjadi baru hingga hidup
adalah perjuangan.
Hari
kedua, kelas kami pindah lokasi, yaitu di depan ruang guru dekat dengan WC
guru. Di hari kedua ini, kami duduk melingkar dalam kelompok-kelompok kecil
yang telah dibagi sebelumnya. Kami melakukan hal-hal yang disuruh dan dalam kelompok,
kami diajak untuk saling bertukar pikiran satu sama lain. Diawali dengan perkenalan antar teman dengan menggunakan name
tag yang dibawa setiap anak. Lalu, name tag tersebut dikumpul lalu diambil
secara acak sambil memperkenalkan teman yang name tag nya diambil.
Ada
juga saat dimana kami diperintahkan untuk membawa telur rebus dan yang nantinya
akan kita kupas kulit telurnya. Setelah kulit telur terkupas, kita tuliskan
kelemahan dan kelebihan kita. Kelemahan di kulit bagian dalam dan kelebihan di
kulit bagian luar. Mulai dari situ, saya merasa bahwa saya mulai dapat membaur
dengan yang lain karena dengan tidak sengaja kami tertawa ria bersama.
Tanpa
terasa tiga hari sudah terlewati. Di hari ke-empat kami akan mendapatkan
pembinaan di luar kota, tepatnya di Pacet. Kami pergi dan pulang dengan
menggunakan bus yang diisi dengan siswa
yang berasal dari berbeda kelas. Di sana kami melakukan semua kegiatan
bersama-sama, seperti mengisi teka-teki silang, bertukar pikiran dan bermain
games. Dan, tidak hanya kelas kami saja, tetapi juga bergabung dengan siswa
kelas IPA yang lain dan juga siswa kelas Bahasa. Tidak lupa pula, kami juga membuat
komitmen bersama untuk kelas jurusan IPA yang akan menjadi komitmen kami
bersama sebagai kelas IPA. Saat disini kami merasa jika kami
sudah mulai mengenal satu sama lain, walaupun belum terlalu dekat tetapi kami
sudah dapat berkomunikasi dengan baik.
Menurut
saya, pembinaan dapat membantu membangun karakter setiap murid seperti
mengetahui kelemahan diri dan selain kelemahan ada juga kelebihan yang dimiliki
setiap anak yang harus disadari, serta kelemahan yang dimiliki harus di ubah
menjadi yang lebih baik. Pembinaan ini juga berfungsi
untuk pendekatan satu dengan yang lainnya agar memiliki hubungan yang baik,
sehingga kelas itu sendiri memberi dampak yang positif.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar